
Pada sebuah ORP (Oxidation-Reduction
Potential) meter biasanya terdiri dari dua buah elektroda (muatan listrik
antara dua kutub untuk mengukur resistensi di dalam air). Satu elektroda pada
umumnya terbuat dari bahan perak dan dikelilingi dengan larutan elektrolit.
Pada bagian ini akan menghasilkan tegangan yang konsisten. Dengan demikian,
maka akan memberikan referensi ke probe lainnya untuk dapat dibandingkan. Salah
satu elektroda lainnya, terbuat dari platina, yang akan mengukur tegangan di
dalam kolam. Perbedaan pengujian inilah yang akan dijadikan data yang akan
ditampilkan sebagai hasil pengukuran. Perlawanan dari kedua elektroda ini
disebabkan oleh pertukaran elektron elektron ketika oksidasi klorin terjadi.
Kandungan pH air dapat mempengaruhi hasil pengukuran ORP meter ini.
Penganalisis pH biasanya digunakan bersama dengan ORP meter untuk memastikan
kadarnya dalam batas yang ditentukan. Misalnya nilai ketahanan yang baik untuk
kolam renang adalah pada kisaran 600 hingga 700 mV. Menyeimbangkan berbagai
residu klorin bebas ( Free Chlorine ) dan pH adalah dua faktor paling penting
dalam keseimbangan kimia yang baik. Jika pH terlalu tinggi (di atas 8) atau
terlalu rendah (di bawah 6,8), klorin menjadi kurang efektif.
Dengan menggunakan ORP meter kita tidak dapat mengetahui berapa
banyak kandungan klorin atau tingkat keasaman atau pH di dalam air. Akan tetapi
ORP meter ini memberitahu seberapa efektif klorin ketika ber-oksidasi dengan
bahan organik dan sanitasi kolam. Sehingga tidak hanya mengukur kuantitas
klorin.
0 komentar:
Posting Komentar